Rabu, 09 September 2009

Pendidikan

Pelajaran Biologi

Kelas XSTRUKTUR TUMBUHAN
A. PENDAHULUAN
Secara struktural, tumbuhan sama dengan hewan, yaitu tersusun oleh berbagai jaringan dann organ yang saling mendukung untuk melangsungkan fungsi dan aktifitas hidup. Sel tumbuhan dan hewan memiliki perbedaan pada bagian dinding selnya. Sel tumbuhan memiiliki dinding sel, sedangkan sel hewan tidak memiliki dinding sel. Persamaan antara sel hewan dan tumbuhan adalah keduanya memiliki organel-organel di dalam sitoplasma selnya. Struktur tumbuhan yang akan dibahas pada bab ini adalah struktur tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan tingkat tinggi adalah tumbuhan yang memiliki struktur tubuh yang kompleks dan telah memiliki akar, batang dan daun sejati. Tumbuhan tingkat tinggi meliputi Angiospemae (tumbuhan berbiji tertutup) dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Angiospermae mencakup tumbuhan dikotil dan monokotil.Tumbuhan monokotil dan dikotil masuk dalam golongan tumbuhan berbunga sempurna. Keduanya menghasilkan biji sebagai sarana perkembangbiakan dan memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan lumut dan paku.

B. JARINGAN
Jaringan tersusun oleh sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama. Pada tumbuhan terdapat jaringan meristem atau embrional dann jaringan permanen atau jaringan dewasa.
Jaringan meristem tersusun oleh sel-sel yang selalu membelah namun belum mengalami diferensiasi. Jaringan meristem terdapat di bagian ujung akar dan ujung batang, sehingga pada bagian ini akan selalu terjadi pertumbuhan. Daerah tempat pertumbuhan tersebut dinamakan titik tumbuh primer. Aktivitas titik tumbuh primer menyebabkann pertumbuhan memanjang. Pada tumbuhan dikotil, selain terdapat titik tumbuh primer juga terdapat titik tumbuh sekunder, yaitu pada bagian kambium. Aktivitas titik tumbuh sekunder menyebabkan pertumbuhan membesar pada batang. Jaringan permanen tersusun dari sel-sel yang sudah tidak melakukan aktivitas membelah, namun jaringan ini mengadakan diferensiasi sehingga membentuk macam-macam jaringan yang lebih kompleks. Perubahan jaringan meristem menjadi jaringan lain disebut diferensiasi. Diferensiasi sel ini membentuk antara lain jaringan epidermis, parenkima, kolenkima, sklerenkima, xilem, dan floem.
C.MACAM-MACAM JARINGAN PERMANEN
1. Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis tersusun oleh selapis sel yang berbentuk pipih berderet rapat tanpa ruang antar sel. Jaringan ini terdapat pada lapisan terluar akar, batang, dan daun. Sesuai dengan letaknya, jaringan ini merupakan pembatas antara tumbuhan dengan lingkungannya. Epidermis berfungsi untuk melindungi jaringa-jaringan di sebelah dalamnya. Selain itu epidermis berfungsi khusus disesuaikan dengan organ tertentu yang diselubunginya. Dalam hal ini epidermis melakukan modifikasi seperti berikut ini:
a. stomata dan lentisel membentuk rambut-rambut akar yang merupakan perluasan selepidermis di ujung akar untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah.
b. Mensekresikan lapiasan lilin yang disebut kutikula untuk mencegah penguapan air.
c. Membentuk bulu-bulu, duri, dan modifikasi lain untuk alat perlindungan.



2. Jaringan Parenkima
Jaringan parenkima terdiri dari sel-sel berukuran besar dan berdinding tipis. Susunan sel-sel parenkima biasanya renggang sehingga mempunyai banyak ruang antar sel. Jaringan parenkima merupakan jaringan dasar yang menempati baik bagian daun, akar, mauun batang. Protoplasma sel penyusun perenkima mempunyai vakuola pusat yang besar. Prenkima melaksanakan sebagian besar metabolisme, antara lain mensintesis dan menyimpan bermacam-macam produk organik. Fotosintesis di dalam kloroplas pada sel-sel daun adalah satu contoh dari aktivitas jaringan parenkima. Beberapa sel parenkima di ujung akar dan batang mempunyai plastida tidak berwarna untuk menyimpan polisakarida dalam bentuk tepung.

3. Jaringan Kolenkima
Jaringan kolenkima terdiri dari sel-sel yang bagian sudut dindingnya mengalami penebalan selulosa. Fungsi jaringan kolenkima adalah untuk menyokong dan memperkuat organ tumbuhan seperti daun dan akar.
Sel-sel kolenkima mempunyai protoplasma dan biasanya tidak mempunyai dinding sekunder, tetapi mempunyai dinding sel primer yang lebih tebal daripada sel-sel parenkima. Kolenkima biasanya berkelompok dalam bentuk untaian atau silinder. Kolenkima membantu mengokohkan bagian tumbuhan yang masih muda. Sebagai contoh, batang yang masih muda sering kali mempunyai kolenkima silinder di bawah permukaannya. Oleh karena kolenkima tidak mempunyai dinding sekunder dan bahan penguat (lignin) maka kolenkima dapat menyokong batang tanpa menghalangi pertumbuhan . Kolenkima tumbuh memanjang mengikuti daun dan akar yang disokongnya.

4.Jaringan Sklerenkima
Jaringan sklerenkima tersusun oleh sel-sel mati yang seluruh bagian dindingnya mengalami penebalan sehingga memiliki sifat kuat. Fungsi sklerenkima untuk menyokong/memerkuat bagian tertentu.
Skelerenkima leih kuat daripada kolenkima karena dindingnya mengandung lignin. Sklerenkima dewasa tidak lagi tumbuh memanjang. Terdapat dua jenis sel sklerenkima yaitu:
a. fiber, biasanya berbentuk serat; beberapa serat tumbuhan mempunyai nilai ekonomis, misalnya untuk membuat tali dan benang dan rami.
b. Sklereida, lebih pendek dariada fiber; kulit kacang dan kulit biji menjadi keras karena sklereida ini.

5.Jaringan Endodermis
Jaringan endodermis tersusun oleh sel-sel yang sebagian dindingnya mengalami penebalan gabus. Bagian yang tidak mengalami penebalan merupakan sel penerus yang berfungsi untuk lewatnya air dari bagian korteks ke stele (silinder pusat). Jaringan endodermis hanya terdiri dari selapis sel.

6.Jaringan Xilem
Xilem terdiri atas unsur trakeal (trakea dan trakeida), serabut xilem, dan parenkima xilem. Trakea (elemen pembuluh) tersusun oleh sel-sel berbentuk tabung yang berhubungan dengan ujung-ujungnya. Dinding ujung selnya lenyap dan berubah menjadi lubang perforasi. Trakeida berupa sel lancip dan panjang dengan dinding sel yang berlubang-lubang. Lubang ini disebut noktah. Dinding sel xilem tebal karena mengandung zat lignin/zat kayu. Serabut xilem berupa sel-sel panjang dengan ujung meruncing. Serabut xilem berdinding tebal dan memiliki noktah yang lebih sempit daripada noktah trakeida.
Parenkima kayu berisi bermacam-macam zat diantaranya makanan cadangan, tanin, dan kristal. Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari tanah ke daun.

7.Jaringan Floem
Folem terdiri atas buluh tapis, sel pengiring, parenkima,dan serabut floem.Sel-sel tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung yang berlubang-lubang. Tabung tapis membentuk saluran bersambungan dari pangkal ke ujung tumbuhan dan berdekatan dengan sel pengiring. Sel pengiring berbentuk silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis. Sel pengiring memiliki plasma yang pekat.
Serabut floem berbentuk panjang dengan ujung-ujung yang saling berhimpit. Dinding sel serabut floem tebal dan berfungsi sebagai penguat floem.
Perenkiam floem merupakan sel hidup dan miliki dinding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkima floem berisi tepung, damar, atau kristal.
Fleom berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh.
ORGAN
Organ-organ pada tumbuhan meliputi batang, akar, daun, bunga, biji, dan buah. Tiap-tia orogan mempunyai fungsi khusus dan masing-masing mempunyai hubungan yang saling mendukung.
Fungsi Organ Tumbuhan
Nama Organ
Fungsi
Akar
a. Menyokong tumbuhan pada tanah.
b. Menyerap garam mineral dan air.
c. Menyimpan makanan.
d. Untuk bernapas (pada tumbuhan tertentu, misalnya bakau).
Batang
a.Menyokong tumbuhan.
b.Tempat lalulintas pengangkutan air, min eral, dan zat makanan.
c.Tempat melekatnya daun.
d.Tempat menyimpan makanan (misalnya rizoma pada bunga dahlia dan kentang).
e.Sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif (stek).

Daun
a. Menyerap CO2 dari udara.
b. Tempat melakukan fotosintesis.
c. Untuk transpirasi.
d. Untuk respirasi.
Bunga
Alat reproduksi
Buah
a. Tempat menyimpan makanan.
b. Alat reproduksi.
1. Akar
Akar merupakan organ yang dimiliki oleh tumbuhan tingkat tinggi, akar memiliki kemampuan untuk menerobos lapisan-laisan tanah. Melalui bulu akar, air masuk ke dalam tubuh tumbuhan .pada bagian ujung akar dikotil maupun monokotil terdapat tudung akar yang disebut kaliptera yang berfungsi sebagai sarung pelindung akar.
Struktur luar akar meliputi tudung akar, batang akar, cabang akar (pada dikotil), dan ulu-bulu akar. Sedangkan struktur dalam (anatomi) akar terdiri dari epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Struktur anatomi akar dapat diamati dengan cara melakukan pemotongan akar secara melintang. Urutan dari luar ke dalam, struktur anatomi akat terdiri dari epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Stele terdiri dari berkas pengangkut, baik xilem maupun floem.

Ciri akar dikotil dan monokotil

Dikotil
Monokotil
Epidermis
-selapis sel, rapat, berkutikula, membentuk rambut/bulu akar.
- idem
Korteks
-bagian terbesar akar, sislinder, eksoderm, endoderm, pita caspary
- endodermis mengalami penebalan dinding
Silinder pusat
- lingkaran tepi membentuk akar lateral
- jaringan pembuluh: tersusun radial
- Xilem :
Berbentuk bintang

- parenkima penghubung folem:
di antara lengan-lengan bintang




- tersusun radial pertumbuhan terbatas

- tidak berbentuk bintang



- di antara xiem terdapat empulur dari parenkima
- beberapam tumbuhan berbentuk vilamen

a. Epidermis
Epidermie akar terdir atas satu lapis sel yang tersusun rapat. Dinding sel tipis sehingga mudah ditembus air dan memiliki rambut akar sebagai akibat aktivitas sel-sel di belakang titik tumbuh. Rambut akar berfungsi untuk memperluas idang penyerapan. Epidermis akar pada umumnya tidak berkutikula. Epidermis akar udara pada tanaman anggrek dapat berkembang menjadi velamen, yaitu jaringan yang terdiri dari beberapa lapis sel.
b. Korteks
Korteks akar tersusun dari beragam sel yang membentuk bebrapa lapisan. Dinding selnya tipis dan mempunyai banyak ruang antar sel untuk pertukaran gas. Pada korteks terdapat, antara lain, parenkima, kolenkima, dan skelerenkima.
c. Endodermis
Lapisan endodermis akar terletak di sebelah dalam korteks, yaitu berua searis sel-sel yang tersusun rapat tanpa ruang antar sel. Dinding sel endodermis mengalami penebalan gabus. Dalam pengamatan potongan melintang, satu sel endoremis dengan penebalan gabus dapat tampak seperti titik yang disebut titik Caspary. Deretan titik ini membentuk pita Caspary. Penebalan gabus menyebabkan dinding seltidak dapat ditembus oleh air,sedangkan air harus menembus lapisan endodermis untuk masuk ke silinder pusat. Oleh karena itu air masuk melalui sel endodermis yang dindingnya tidak menebal yang disebut sel ppenerus air sehingga air dapat sampai ke bagaian silinder pusat.
Lapisan endodermis merupakan pemisah yang jelas antara korteks dan stele karena bentuk dan susunannya khas, berbeda dengan lapisan lainnya.
d. Stele (Silinder Pusat)
Lapisan di sebelah dalam dari endodermis adalah daerah stele. Di stele terdapat berkas pengangkut serta jaringa-jaringan lainnya. Berkas pengangkut tediri dari floem dan xilem yang tersusun teratur mebentuk jari-jari atau radial. Pda tumbuhan dikotil antara xilem dan floem terdaat kambium. Aktifitas kambium ke arah luar membentuk unsur kulit, sedangkan ke arah dalam membentuk unsur kayu.
Di lapisan terluar dari silinder pusat terdapat perisikel atau perikambium. Aktifitas perisikel membentuk cabang-cabang akar.
Pad akar tumbuhan monokotil, letak xilem dan floem berselang seling membentuk lingkaran. Pada akar dikotil, xilem berebentuk bintang dan berada di pusat akar, sedang floem mengelilingi xilem.

Batang
Batang merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk menegakkan tubuh serta menghubungkan bagian akar dan daun. Susunan batang tidak jauh berbeda dengan akar.
Perbedaan morfologi (struktur luar) akar dan batang.
Organ
Batang
Akar
Ruas
ada
Tidak ada
Daun
Ada
Tidak ada
Bulu
Tidak ada
Ada
Tudung
Tidak ada
Ada
Cabang
Ada
Ada
Pada batang yang bercabang sering ditemui kuncup-kuncup samping yang nantinya akan membentuk cabang. Pada tumbuhan Angiospermae terdapat 3 jenis batang, yaitu kalmus (tipe rumput), herbaseus (berair), dan berkayu.
Batang herbaseus tidak sekuat batang berkayu karena batang herbaseus tidak mempunyai gelang-gelang xilem. Panguat pada batang herbaseus hanya berasal dari kelompok skelerenkima di antara fleoem dan korteks. Sebaliknya, batang berkayu bersifat kuat dan tegar karena adanya gelang xilem. Batang kalmus berongga di bagian dalamnya sehingga lebih lemah daripada herbaseus.
Ciri batang dikotil dan monokotil

Dikotil
Monokotil
Epidermis
-selapis sel, rapat, berkutikula, stomata
- idem
Korteks
- luar
- dalam
-

- parenkima dan kolemkima berklorofil
- parenkima longgar
- lapisan terdalam sel-selnya mengandung banyak pati

- satu/beberapa lapis sel serat
Silinder pusat
- xilem, kambium, floem, empulur pusat
- xilem, floem, rongga protoxilem, seludang serat → ikatan pembuluh, tersebar dalam empulur

Batang juga memiliki titik tumbuh pada bagian ujung batang. Berkaitan dengan aktiffitas titik tumbuh, muncul dua teori titik tumbuh, yaitu teori histogen dari Hanstein dan teori tunika korpus dari Schmidt.
2. Teori Histogen
Menurut teori histogen, titik tumbuh tediri dari tiga lapisan, yaitu:
a. lapisan luar embentuk epidermis, disebut dermatogen.
b. lapisan tengah pembentuk korteks disebut periblem
c. bagian tengah pemebentuk stele, disebut plerom.
3. Teori Tunika Korpus
Menurut teori tunika korus, titik tumbuh terdiri darim dua lapisan, yaitu:
a. lapisan pinggir; terdiri dari sel-sel yyang aktif membelah sehingga memperluas bagian titik tumbuh disebut tunika.
b.Bagian dalam; terdiri dari sel-sel yang membelah ke segala arah dan berdiferensiasi, disebut korpus. Korpus terletak di sebelah dalam tunika.
Di bagian bawah titik tumbuh terbentuk bakal daun sebagai pelindung titik tumbuh. Calon batang muncul di antara bakal daun; keadaan demikian disebut bersifat eksogen. Lain halnya dengan calon cabang akar yang tumbuh karena aktifitas perisikel atau perikambium, disebut bersifat endogen.
Struktur anatomi batang tidak berbeda jauh dengan akar. Perbedaan struktur anatomi akar dan batang adalah pada akar terdapat endodermis, sedangkan pada batang tidak terdapat endodermis. Laisan penyusun batang dari luar ke dalam adalah epidermis, korteks, dan stele.
a. Epidermis
Jaringan epidermis batang tersusun oleh selapis sel yang tersusun rapat tanparuang antar sel. Dinding sel sebelah luar dilengkapi dengan kutikula yang berfungsi untuk melindungi batang dari kekringan. Pada tumbuhan kayu yang telah tua terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi jaringan primer. Aktifitas kambium gabus adalah untuk melakukan pertukaran gas melalui celah yang disebut lentisel. Epidermis batang tertentu dapat membentuk derivat antara lain menjadi sel silika dan sel gabus. Misalnya epidermis batang tebu.
b.Korteks
Korteks batang tersusun oleh sel-sel parenkima yang berdinding tipis. Letak sel-sel parenkima ini tidak teratur sehingga banyak ruang antarselnya. Selain parenkima, di korteks juga terdapat kolenkima dan skelernkima yang berfungsi menyokong dan memperkuat tubuh. Sel-sel di lapiasan sebelah dalam korteks mengandung amilum;bagian tersebut dinamakan sarung tepung (floeterma).


c. Stele
Stele batang terletak di sebelah dalam korteks. Lapisan terluar dari stele disebut perisikel. Di dalam stele terdapat sel parenkima dan berkas pengangkut berupa xilem dan floem.Berdasarkan posisi xilem dan floem pada batang, ada beberapa macam tipe berkas pengangkut sebagai berikut;
Tipe Berkas Pengangkut pada Batang
Tipe berkas pengangkut
Posisi xilem dan floem
Terdapat pada
Kolateral terbuka
Floem terletak di sebelah luar xilem.
Di antara xilem dan floem terdapat kambium.
Kebanyakan tumbuhan dikotil
Koalteral tertutup
Floem terletak di sebelah luar xilem.
Di antara xilem dan floem tidak terdapat kambium;xilem dan floem diselubungi sarung skelerenkima.
Kebanyakan tumbuhan monokotil
Bikolateral
Terdapat floem luar vdan floem dalam dengan xilem terletak di antaranya
Famili Solanaceae, Cucurbitaceae, dan Apocynaceae
Ampivasal
Xilem mengelilingi floem
Cordyline dan Acorus
Ampikribal
Floem mengelilingi xilem
Pteridofita

Pada tumbuhan dikotil, di bagian tepi stele dibatasi oelh jaringan meristem, yaitu kambium, sedangkan pada tumbuhan monokotil tidak terdapat kambium. Baik pada akar mauun batang aktivitas kambium sama, yaitu ke arah luar membentuk unsur kulit dan ke arah adalam membentuk unsur kayu. Pertumbuhan ke arah dalam jauh lebih banyak, sehingga kayu yang dihasilkan juga tebal.
Kambium yang terletak di antara berkas pengangkut dan parenkima disebut kambium fasikuler, sedangkan kambium yang terletak di antara dua berkas pengangkut disebut kambium interfasikuler. Bagian yang berubah sebagai kambium tidak hanya parenkima di antara xilem dan floem saja tetapi juga sel-sel jari-jari empulur yang segaris dengan kambium fasikuler. Adanya kambium menyebabkan pertumbuhan sekunder yang mangakibatkan membesarnya diameter batang. Kayu pada akar mauun batang tersusun oleh pembuluh kayu, serabut kayu, dan parenkima kayu. Sedangkan kulit akar maupun batang tersusun oelh pembuluh tapis serta sel pengiringnya. Jaringan penguatnya dapat berupa kolenkima, sklerenkima, dan parenkima kulit.
Aktivitas kambium tidak selalu sama dan tidak selalu teratur.Pada musim hujan, aktivitas pertumbuhan kambium lebih giat bila dibandingkan pada musim kemarau. Sebagai akibatnya akan tanak perbedaan penampakan berupa cincin-cincin konsentris yang disebut lingakaran tahun.
Adanya aktivitas kambium menyebabkan rusaknya jaringan yang terdapat pada floeterma, korteks, dan epidermis. Kemudian terbentuklah kambium khusus di bawah epidermis yang disebut kambium gabus (felogen). Felogen dapat membelah ke arah luar saja atau ke arah dalam. Ke arah luar membentuk felem dan ke arah dalam membentuk feloderma. Pada sel-sel gabus, bagian luarnya dilengkapi dengan lentisel yang berfungsi untuk pertukaran gas.
Berkas pengangkut monokotil letaknya tersebar tiadak teratur. Masing-masing berkas pengangkut pada tumbuhan monokotil terbungkus sarung berkas pengangkut.
Struktur berkas pengangkut batang dikotil sama dengan akar monokotil muda, yaitu membentuk lingkaran.
Daun
Daun merupakan tempat berlangsung proses fotosintesis, hal ini karena adanya jaringan pendukung berupa jaringan-jaringan parenkima yang mengandung kloroplas, klorofil, epidermis, dan berkas pengangkut. Secara morfologi, daun yang lengkap mempunyai bagian-bagian berupa upih daun atau pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Di dalam dunia tumbuh-tumbuhan serinmg dijumpai daun yang tidak lengkap, misalnya biduri (Caloptropis gigantea) hanya memiliki helai daun, akasia (Acasia auriculiformis Acunn) daunnya berupa pelebaran tangkai (filodia).
Bila dilihat dengan irisan melintang maka urutan penyusun daun dari atas ke bawah adalah epidermis atas, mesofil, berkas pengangkut, epidermis bawah.
Epidermis Daun
Merupakan satu lapis sel yang dindingnya mengalami penebalan dari kutin (kutikula) atau kadang dari lignin. Epidermis biasanya hanya terdiri dari satu lapis sel, kecuali pada beberapa tumbuhan. Misalnya daun Ficus (bangsa beringin), epidermisnya terdiri dari dua lapis epidermis.
Pada epidermis terdapat celah yang diapit oleh dua sel penutup, celah ini disebut stomata. Pada umumnya stomata terdapat pada kedua permukaan daun, tetapi ada juga yang hanya terdapat pada permukaan bawah daun. Khusus pad tumbuhan yang daunnya terapung, stomata hanya terdapat di permukaan atas, misalnya pada teratai. Terdapat alat-alat tambahan di antara epidermis daun misalnya, trikoma (rambut) dan sel kipas.

Mesofil
Terdapat banyak ruang antar sel karena disusun oleh sel-sel parenkima yang renggang. Pada tumbuhan dikotil, mesofil kebanyakan berdiferensiasi menjadi jaringan tiang (Palisade) dan jaringan bunga karang (spons). Pada tumbuhan monokotil dan rumput-rumputan mesofil tidak berdiferensiasi, tetapi berbentuk seragam, kecuali mesofil pada sarung berkas pengangkut. Sel mesofil pada berkas pengangkut lebih besar, kloroplasnya lebih sedikit, dan dindingnya lebih tebal.
Sel-sel jaringan pada dikotil berbentuk silinder, tersusun rapat, dan mengandung klorofil. Biasanya jaringan tiang hanya terdapat di atas daun, tetapi adapula yang terdapat di kedua permukaan daun, disebut daun isobilateral, dan adapula yang terdapat di seluruh permukaan perifer daun, yaitu pada daun yang bentuknya silinder.
Struktur jaringan bunga karang tersusun dari sel-sel yang bentuknya tidak teratur, bercabang-cabang, dan berisi kloroplas. Susunan selnya sangat renggang.
Berkas Pengangkut
Berkas pengangkut terdapat pada tulang daun. Tipe berkas pengangkut ini sama dengan tipe berkas pengangkut pada batang. Tulang daun, selain berfungsi seabagai alat transfor juga berfungsi sebagai penguat daun.
Jaringan Tambahan
Pada tumbuh-tumbuhan tertentu terdapat sel-sel khusus, misalnya saluran getah, sel-sel kristal, dan kelenjar. Pada umumnya sel-sel khusu itu terdapat pada mesofil daun.
Ciri daun dikotil dan monokotil

Dikotil
Monokotil
a. epidermis
- Atas



- bawah

- satu/ beberapa lapis sel, rapat,kutikula, stomata.


- Satu lapis sel, rapat, kutikula,stomata

- Satu lapis, rapat,kutikula
- Sekelompok sel berbentuk kipas
- stomata
idem

b.Mesofil
-parenkim longgar:
-palisade : satu/beberapa lapis, berklorofil, permukaaan atas permukaan bawah
-spon: sangat longgar, bercabang, ruang antar sel, berhubungan dengan stomata.
- sistem pembuluh membentuk vena daun dengah pertulangan daun berurat jala
- tidak berkembang





- sistem pembuluh membantuk vena daun dengan pertulangan daun berurat sejajar



Bunga
Organ tumbuhan yang muncul pada saat-saat tertentu saja, yaitu jika tumbuhan telah mencapai usia tertentu, dan buah hanya terbentuk jika terjadi penyerbukan. Bunga dan daun bukan merupakan organ utama, melainkan organ tambahan. Bunga adalah modifikasi dari batang, sedangkan buah berasal dari bakal buah yang telah dibuahi.
Struktur yang membentuk suatu bunga lengkap adalah mahkota bunga, kelopak bunga, putik, dan benang sari.
Berbagai Tipe Bunga
Tipe bunga
Kelopak (kalik)
Mahkota Bunga (korola)
Benang sari (stamen)
Putik
Bunga lengkap
ada
ada
ada
ada
Bunga sempurna
Ada/tidak ada
Ada/ tidak ada
ada
Ada
Bunga jantan
ada
ada
ada
Tidak ada
Bunga betina
ada
ada
Tidak ada
Ada
Bunga telanjang
Tidak ada
Tidak ada
ada
Ada

a.kelopak bunga (Calyx)
Kelopak bunga merupakan bagian terluar dari bunga. Pada mulanya kelopak melindungi bunga saat bunga berbentuk kuncup. Warna kelopak biasanya hijau sepereti daun, tetai ada juga yang berwarna menarik, misalnya pada bunga bougenvil. Ukuran kelopak biasanya lebih kecil daripada mahkota bunga, tetapi ada juga bunga-bunga tertentu yang kelopaknya lebih besar daripada mahkotanya, misalnya bougenvil.
Pada umumnya kelopak tersusun dalam satu lingkaran. Helaian penyusun kelopak disebut sepala. Sepala dapat berlekatan dan dapat pula terpisah-pisah, tergantung jenis tumbuhannya.
b. Mahkota(Korola)
Mahkota bunga merupakan lapisan kedua setelah kelopak. Pada umumnya mahkota bunga tampak paling menyolok karena bentuknya yang besar dan warnanya yang beraneka ragam. Fungsi mahkota bunga adalah untuk menarik serangga agar mengisap madu, yang sekaligus membantu penyerbukan.
Helaian penyusun mahkota bunga disebut petala. Petala ini dapat berlekatan maupun terpisah-pisah. Pada petala juga terdapat pembuluh pengangkut yang berfungsi mensuplai makanan bagi bunga.
c. Alat Kelamin jantan (Andresium)
Terdapat di lapisan setelah mahkota bunga. Andresium terdiri dari sejumlah benang sari (stamen). Stamen ini ada yang tersusun dalam satu lingkaran dan adapula yang dalam dua lingkaran, tergantung jenis tumbuhannya.
Stamen memiliki kepala sari(anthera) yang letaknya di ujung tangkai sari. Bentuk kepala sari bermacam-macam, yaitu bulat, jorong, dan bulat telur. Di dalam kepala sari terdapat satu atau lebih ruang sari (teka). Ruang sari terdiri atas dua kantong sari (lokulomentum) yang merupakan tempat terbentuknya serbuk sari atau tepung sari (pollen). Serbuk sari inilah yang disebut gamet jantan.
d. Alat Kelamin Betina (Ginesium)
Letak putik (alat kelamin betina) adalah di pusat bagian bunga dan tersusun dari daun buah (karpel). Putik dapat tersusun dari satu atau lebih daun buah. Bila lebih dari satu, maka daun buah akan tersusun sebagai lingkaran. Putik juga tersusun dari berberapa bagian sebagai berikut:


Bakal Buah (Ovarium)
Ovarium merupakan tempat terdapatnya sel telur. Posisi ovarium adalah duduk pada dasar bunga dan bentuknya menggelembung.

Tangkai Putik (Stilus)
Stilus merupakan suatu saluran sempit untuk lewatnya serbuk sari saat pembuahan. Stilus berfungsi menyokong kepala putik.

Kepala Putik (Stigma)
Stigma merupakan bagian yang paling atasi putik. Pada umumnya stigma lengket dan berambut. Stigma merupakan tempat melekatnya serbuk sari saat terjadi penyerbukan.
STRUKTUR TUBUH HEWAN
PENDAHULUAN
Sel merupakan unit terkecil yang menyusun tubuh organisme hidup. Sel-sel yang memiliki bentuk struktur yang sama akan membentuk jaringan. Di dalam tubuh banyak terdapat sel-sel yang memiliki perbedaan, manusia memiliki milyaran sel yang berbeda, begitu juga yang terdapat pada hewan.
A.Sel Hewan
Beberapa organisme sederhana, seperti protozoa dan bakteri tersusun atas sebuah sel, organisme seperti ini disebut juga organisme uniseluler. Selain itu terdapat juga organisme yang meimiliki banyak sel disebut organisme multiseluler, organisme multiseluler memiliki jumlah sel yang bervariasi dari berjumlah berapa sel sampai milyaran sel, sel-sel ini bekerja dan terorganisir dengan baik. Misalnya tubuh manusia tidak kurang 1012 sel dan sel-sel tersebut berbeda, baik bentuk maupun ukurannya.Ukuran sel berkisar antara 5-15 mikron (1 mikron = 0,001 mm). Sel yang memiliki ukuran terkecil adalah sel bakteri, sedangkan sel yang terbesar adalah sel burung unta, memiliki diameter 30-80 mm.
Sekalipun demikian sel-sel tersebut memiliki 3 struktur dasar yang sama, yaitu sebagai berikut:
Membran plasma, yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan luar. Berfungsi membantu komposisi material di dalamnya. Membran merupakan lapisan rangkap lipoprotein.
Inti atau bahan inti berisi informasi genetika berupa DNA yang berperan dalam mengatur kegiatan sel dan dapat melakukan replikasi dalam reproduksi sel. Inti dilapisi membran inti yang susunannya sama sama dengan susunan membran plasma. Inti sel umumnya terletak di tengah.
Sitoplasma, di dalamnya aktif terjadi reaksi-reaksi kimia pada proses metabolisme. Sitoplasma mengandung enzim-enzim, protein, lemak, serta bahan-bahan lain yang disebut organel.
B. Jaringan Hewan
Bagian tubuh hewan multiseluler terdiri atas bermacam-macam sel yang berbeda, baikstruktur maupun fungsinya. Sel-sel yang meimiliki struktur dan fungsi yang samaberkelompok membentuk jaringan. Jaringan-jaringan tersebut memiliki struktur dan fungsi yang berbeda. Pada hewan dan tumbuhan bersel banyak yang berkembangbiak secara seksual, zigot merupakan hasil fertilisasi akan membelah berkali-kali dan akan menghasilkan jaringan embrional(mesenkim pada hewan atau jaringan meristem pada tumbuhan). Selam proses pembelahan berlangsung, sel-selnya akan mengalami perubahan bentuk dan fungsi. Perubahan semacam ini dinamakan diferensiasi yang kelak akan menghasilkan jaringan tertentu.
1. Macam-macam Jaringan pada Hewan
Pada hewan, termasuk manusia terdapat 2 kelompok jaringan yaitu :
a. jaringan benih (germinal); jaringan yang terus memperbanyak diri dengan cara pembelahan untuk menghasilkan benih baru.
b. Jaringan tubuh (somatis); jaringan yang menyusuntubuh hewan atau manusia selama hidup. Jaringan somatis dibedakan mhjadi jaringan epitel, jaringan penunjang, jaringan ikat, jaringan otot, danm jaringan saraf.
a. Jaringan Epitel
Jaringan epitel adalah jariongan yang membatasi tubuh dengan lingkungannya, baik lingkungan dalam (pembuluh darah, usus) atau lingkungan luar (kulit) yang tersusun atas selapis atau beberapa lapisan sel.
Fungsi jaringan epitel adalah sebagai berikut :
1. Pelindung (epitel kulit) melindungi jaringa ytang ada di bawahnya terhadap mekanisme karena tekanan, gesekan, radiasi ultra violet, dan serangan mikroorganisme.
2. Kelenjar, yaitu epitel pada saluran pencernaan menghasilkan enzim-enzim pencerna dalam usus, juga menyerap produk akhir pencernaan makanan dari bagian tersebut. Epitel yang malapisi saluran pernapasan mengeluarkan mukus atau lendir sebagai pelindung dari kekeringan dan untuk menangkap partikel-partikel debu.
3. Sebagai resptor, yaitu epitel yang bertugas menerima rangsang, misalnya epitel yang terdapat pada alat indera.
Berdasarkan bentuk dan susunannya, jaringan epitel dibedakan menjadi 3,yaitu :
1. Jaringan epitel sederhana.
Terdiri atas satu lapis sel, meliputi epitel-epitel sebagai berikut;
epitel piih selais yang sel-selnya pipih dan tipis, berisi sedikit sitoplasma yang membungkus inti di bagian tengah. Misalnya:peritonium membatasi rongga perut, endotelium pada permukaan sebelah dalam pembuluh darah.
Epitel kubus selapis, yang terdapat pada saluran kelenjar ludah, kelenjar keringat, saluran ginjal, dan kelenjar gondok.
Eitel silindris selapis, yang terdir atas selapis sel berbentuk panjang, sempit dan melapisi seluruh saluran pencernaan yang diselingi oleh sel goblet yang menghasilkan mukus (lendir) untuk melindungi lambung dan asam lambung.
Jaringan epitel berlapis semu. Bila kita lihat penampang dan jaringan epitel ini, akan tampak adanya beebrapa perbedaan ketinggian (tingkatan) karena sebagian besart sel-sel tersebut tidaksampai pada permukaan bebas. Meskipun demikian epitel ini terdiri atas selapis selsel tebal dan masing-masing selnya melekat pada membran basal.
Epitel bersilia. Sel-sel yang menyusun jaringan ini umumnya berbentuk silindris dengan tambahan silia pada tepi luasnya, getaran silia menimbulkan aliran. Jaringa ini terdapat pada lapisan sebelah dalam batang tenggorokan, saluran sel telur, dan saluran sperma.
2. Jaringan Epitel Berlapis
Jaringan epitel berlapis terdiri atas beberapa lapis sel. Bila dibandingkan dengan epitel sederhana, maka memiliki bentu dan susunan lebih kuat. Jaringan epitel berlapis meliputi epitel berlapis pipih, yang terdapat pada sebagian esofagus; epitel berlapis kubus, yang tedapat pada saluran kelenjar keringat ; dan epitel berlapis silindris yang terdapat pada saluran kelenjar susu.
3. Jaringan Epitel Kelenjar
Di antara sel-sel epitel dijum[ai sel-sel goblet atau sekelompok sel-sel goblet. Jaringan eitel kelenjar terdiri dari sumpulan sel goblet dan disebut membran mukosa. Terdapat 2 tipe sel kelenjar, yaitu; Eksokrin, bila sekresi kelenjar dialirkan melalui saluran, dan Endokrin bila sekresi kelenjar langsung masuk ke dalam alaiaran darah, karena kelnjar endokri tidak memiliki saluran. Jaringan epitel kelenjar terdiri dari beberpa bentuk berikut:
a). Kelenjar tubular sederhana. Kelenjar ini berbentuk bumbung, misalnya kelenjar Lieberkuhn pada usus halus vertebrata tinggi.
b). Kelenjar tubular melingkar sederhana, contoh ; kelenjar keringat manusia.
c). Kelenjar tubular majemuk, contoh; kelenjar Brunner pada usus halus mamalia.
d). Kelenjar alveoler (gelembung) sederhana. Pada kelenjar ini pangkal pada saluran berbentuk gelembung, contoh: kelenjar mukus pada kulit katak.
e). Kelenjar gelembung sederhana bercabang, contoh: kelenjar sebasea pada kulit mamalia.
f). Kelenjar alveoler majemuk. Terdiri atas kelenjar berbentuk saluran dan gelembung, contoh: kelenjar susu dan kelenjar ludah.

b. Jaringan penunjang dan Jaringan Ikat
Terdapat beberapa macam jaringan penunjang tubuh hewan dan manusia, jaringan tersebut tersusun atas sel-sel yang berada dalam sejumlah besar matriks (bahan ekstra seluler) yang diekskresika n oleh sel-sel penyusunnya. Jaringan penunjang atau penyokong terdiri atas :
Jaringan ikat
Jaringan ikat berfungsi untuk memperkuat tubuh, mengisi tubuh, dan menghubungkan satu jaringan dengan jaringan lainnya serta mengikat dan melekatkan atau menghubungkan berbagai organ tubuh.
Berdasarkan susunannya, jaringan ikat dibedakan atas:
a). Jaringan ikat longgar; memiliki elemen seluler yang banyak dengan matriks yang mengandung serabut kolagen, elastin, dan retikulin. Jaringan ikat longgar menghubungkan berbagai jaringan seperti menghubungkan kulit dengan struktur di bawahnya.
b). Jaringan ikat adat; memlikik matriks yang rapat tersusun oleh serabut kolagen, elastin yang kuat dan liat, dan mengandung sedikit elemn seluler. Contoh; tendon, menghubungkan tulang Duramater yang melapisi otak.
c). Jaringan lemak (adiposom); merupakan jaringan khusus yang dibangun oleh sel-sel lemak, yang berperan sebagai cadangan energi. Ada mamalia jaringan lemak terdapat ada dermis kulit, mesentrium, dan sekeliling ginjal serta jantung.
Jaringan skeleton (rangka)
Jaringan skeleton terdiri atas kartilago atau tulang rawan, osteon atau tulang keras, dan jaringan dentin.
a). Kartilago
Kartilago atau tulang rawan terdiri atas rawan hialin, rawan elastik dan fibrosa.
1). Rawan hialin. Matriksnya semi transparan mengandung kondroitin sulfat dan serabut kolagen. Contoh:pada ujung-ujung tulang pipa, pada tulang iga, hidung, saluran pernapasan (larink, trakea, dan bronkus), dan rangka embrio.
2). Rawan elastik. Matriksnya agak keruh, mengandung serabut elastik kuning,bila dibengkokkan tersa lentur dan mudah kembali ke bentuk semula, contoh; daun telinga, epiglotis, pembuluh eustachius, tulang rawan pada farink.
3). Rawan fibrosa.Mengandung banyak berkas serabut kolagen yang padat dalam matriksnya antar ruas tulang belakang dan simfisis pubis /persambungan ketulang kemaluan.
b). Tulang Keras Osteon
Hampir seluruh rangka vertebrata tersusun atas tulang, yang berfungsi sebagai penyokong, pelindung, dan alat gerak. Tulang rangka dibangun oleh sel-sel tulang dengan matriks yang kokoh. Kira-kira terdiri dari 30 % merupakan zat-zat organik, terutama serabut kolagen, dan 70 % garam-garam anorganik meliputi Ca10(PO)6(OH) dalam jumlah besar, sedangkan Na, Mg, K, Cl, F, Ca2CO3 dan ion sitrat terdapat dalam jumlah yang bervariasi.
Seleksi matriks seperti di atas menyebabkan jaringan tulang menjadi keras. Sel-sel pembentuk tulang disebut osteoblas bila masih muda disebut osteosit setelah tua, berada di dalam alkuna (rongga), dan banyak mengeluarkan matriks. Antarkuna dihubungkan oleh saluran-saluran kecil (kanlikuli) berisi sitoplasma untuk transfor nutrisi. Kebutuhan kalsium dan fosfat dialirkan melalui darah di bawah kontrol hormon peratharmon dan kalsitonin. Berdasarkan susunan matriknya, jaringan tulang keras dibedakan menjadi dua, yaitu :
(1). Jaringan tulang spons (bunga karang), yakni jaringan tulang yang meimilki matriks berongga, berisi sumsum merah serta memproduksi sel-sel darah. Terdapat pada bagian epifis tyulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek.
(2). Jaringan tulang kompak, memiliki matriks yang rapat, sehingga jaringan ini padat atau kompak. Pada irisan melintang tulang kompak terdapat sejumlah lamela konsentris yang masing-masing mengelilingi saluran Havers membentuk sistem Havers. Saluran havers berisi serabut saraf, pembuluh limfa, dan pembuluh darah. Antara saluran Havers dengan permukaan luar dan dalam dari tulang dihubungkan oleh saluran Volkman. Di sela-sela antara lamela-lamela terdapat sejumlah lakuna yang berisi sel-sel tulang yang hidup atau osteoblas. Sel-sel tersebut masing-masing mempu membentuk matriks tulang, karena sitoplasmanya memiliki retikulum endoplasma kasar, badan golgi, dan RNA. Osteblas yang tidak aktif lagi disebut osteosit. Tulang kompak terdapat di sepanjang tulang pipa dan juga meliputi tulang spons.
c). Jaringan Dentin
Komponen dentin hampir sama dengan tulang. Kira-kira 75 % terdiri dari bahan organik yang menyebabkan edntin lebih keras. Dentin terdapat di antara email dan pulpa gigi, yang merupakan derivat (turunan) epidermis.

Jaringan Darah dan Limfe
Jaringan darah terdiri atasc sel-sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah yang berada di dalam plasma darah. Sel-sel darah merah dan sel darah putih dihasilkan oleh organ haemopoietik, seperti sumsum tulang dan jaringan limfoid pada mamalia dewasa. Jaringan limfe merupakan cairan yang mengandung glukosa, lemek dan mineral.
c. Jaringan Otot
Jaringan otot menyusun tubuh manusia kira-kira 40 % dari jumlah penyusun lainnya, jaringan oto berasal dari jaringan embrional, dibangun oelh sel-sel khusus yang mampu berkontraksi karena mengandung miofibril sebagai elemen kontraktil.
Oleh karena kemampuan berkontraksi, maka otot berfungsi sebagai alat gerak aktif.
Terdapat 3 macam jaringan otot ynag menyusuun tubuh manusia, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
1). Otot polos
Otot polos dibangun oleh sel-sel yang membentuk kumparan, dengan satu inti di tengah. Sitoplasma (sarkoplasma) mengandung miofibril yang homogen.Otot polos berkontraksi di luar kesadaran kita, gerakannya dapat terus menerus,lambat tetapi tidak mudah lelah. Otot-otot tersebut antara lai terdapat pada dinding pembuluh darah, saluran pencernaan makanan, dan saluran telur.
2). Otot lurik
Otot lurik disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka atau tulang.tersusun atas serabut otot yang mengandung banyak inti dan terletak pada bagian tepi. Miofibriltidak homogen,hal ini tampak di bawah mikroskop membentuk garis-garis melintang terang gelap. Oleh karena itu, otot rangka disebut juga otot serat lintang. Serabut-serabut otot berkelompok membentuk kumpulan yang disebut fasikulum, kemudian saling bergabung menjadi otot atau daging. Setipa serabut otot diliputi oleh selaput endomysium. Selaput yang membungkus kumpulan serabut otot disebut perimysium atau super fasialis.Kontraksi otot lurik cepat dan kuat di awah kesadaran kita.
Otot lurik melekat pada rangka melalui urat atau tendon yang tidak lain merupakan gabungan endomysin , perimysium, dan epimysium.
3). Otot jantung
Otot jantung tersusun atas otot lurik bercabang-cabang, masing-masing ujung yang satu dengan yang lainnya dihubungkan oelh diskus keping interkalar. Inti selnya terdapat di tengah dan tunggal.
Kontraksi otot jantung teratur; lambat, dan di luar kesadaran kita. Mempunyai periode istirahat yang panjang sehingga otot jantung tidak mengalami kejang.’
d. Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun atas kumpulan sel-sel saraf (neuron) yang khusus untuk menerima, menghantarkan, dan membebaskan rangsang dari luar atau dari dalam tubuh. Sel saraf atau neuron terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:
1). Badan sel, ukurannya cukup besar dengan sebuah inti yang terletak di tengah. Pada sitoplasma terdapat butir-butir Nissi, yang banyak mengandung RNA untuk sintesis protein.
2). Dendrit, merupakan uluran-uluran sitoplasma dari badan sel, berfungsi menhantarkan impuls dari reseptor ke badan sel.
3). Neurit (akson) merupakan ukuran sitoplasma yang panjang, berfungsi menghantarkan impuls dari badan sel ke neuron lainnya atau ke efektor.
Akson maupun dendrit berukuran panjang, dilapisi oleh seludang myelin yang berfungsi sebagai isolator. Di sebelah luarnya dibungkus oleh neurilimma atau seludang Schwan yang berperan dalam nutrisi atau regenerasi akson yang rusak atau putus.
Berdasarkan strukturnya, ada 3 macam bentuk sel saraf, yaitu:
Sel saraf unipolar, memiliki satu cabang akson yang berasal dari badan sel.
Sel saraf bipolar, memiliki satu cabang dendrit yang bercabang-cabang dan satu akson.
Sel saraf multipolar, memiliki sejumlah dendrit dan satu akson.
Serabut saraf memiliki sifat konduktivitas(kemempuan menghantar impuls) dan eksitabilitas (kemempuan memerikan reaksi atas rangsang). Impuls saraf selalu dihantarkan melalui dendrit ke badan sel kemudian menuju akson. Berdasarkan fungsinya, sel saraf (neuron) dibedakan atas 3 macam, yaitu sebagai berikut:
Neuron sensorik atau aferen. Berperan menghantarkan impuls dan reseptor menuju sistem srsf pusat. Dendrit neuron sensorik berhubungan dengan reseptor,sedangkan aksonnya berhubungan dengan neuron lainnya.
Neuron motorik atau eferen berperan menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke efektor, misalnya kelenjar dan otot. Dendrit dan neuron motorik berhubungan dengan efektor.
Neuron intermunsial. Mneghubungkan neuron sensorik dan neuron motorik, memiliki dendrit maupun akson yang berhubungan dengan neuron lain.

Organ dan Sistem Organ pada Hewan
Penataan beberapa jaringan dalam pola tertentu disebut organ, hal mini karena jaringan belum dapat mendukung fungsi yang lebih besar, perlu adanya hubungan kerja sama antara jaringan satu dengan lainnya yang melakukan satu fungsi.
Kerjasama tersebut memiliki organisasi tertentu. Organisasi organ in disebut sistem organ. Seluruh sisitem organ bersama-sama membentuk satu kesatuan fungsional dalam tubuh makhluk hidup.
1. Organ
Salah satu organ dalam tubuh manusia adalah usus halus. Usus halus tersusun oleh jaringan otot polos, jaringan asaraf, jaringan darah, jaringan limfe, dan jaringan epitel. Fungsi berbagai jaringan tersebut bersama-sama membentuk satu fungsi lebih besar sebagai fungsi usus halus, yaitu menyerap sari-sari makanan ke dalam darah.

2. Sistem Organ
Sistemorgan berarti suatu rangkaian kerja, dengan komponen-komponennya yaitu berbagai macam organ, dengan fungsi yang berbeda tetapi saling terkait untuk tujuan yang sama. Misalnya sistem pencernaann makanan yaitu kumpulan organ-organ yang bertujuan untuk mencerna makanan, dapat diuraikan mulai dari mulut, lambung, hati, pankreas, usus halus, dan usus besar.
Terdapat banyak sistem dalam tubuh kita sseperti sistem pernapasan, sistem pengeluaran(ekskresi), sistem saraf, sistem hormon, sistem gerak, dan sistem reproduksi.
Sistem-sistem organ yang telah disebut di atas melibatkan berbagai organ. Ada oragn yang bekerja pada satu organ saja ada juga yang bekerja pada beberapa sistem, seperti pada tabel berikut:
Jenis Sistem Organ
Organ-organ yang bekerja sama
Sistem pencernaan
Lidah,gigi, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hati dan pankkreas
Sistem pernapasan
Hidung, tenggorokan, paru-paru
Ssistem pengeluaran
Ginjal, kulit, paru-paru, hati, ureter, kantung kemih
Sistem saraf
Otak, sumsum tulang belakang, mata telinga, hidung, lidah kulit
Sistem hormon
Otak, pankreas, anak ginjal, uterus, ovarium, testes
Sistem gerak
Tangan, kaki, kepala
Sistem reproduksi
Ovarium, tuba falopi, uterus, cervic vagina, testes, vas deferens, penis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar